BerandaPendidikan45 Ribu Mahasiswa Papua Belum Terima Bantuan, Kepala LLDIKTI Harap Pemda Alokasikan...

45 Ribu Mahasiswa Papua Belum Terima Bantuan, Kepala LLDIKTI Harap Pemda Alokasikan Otsus untuk Pendidikan Tinggi

BIAK, JAGAMELANESIA.COM – Kegiatan rapat kerja LLDIKTI XIV bersama pimpinan perguruan tinggi se-Tanah Papua berlangsung di Kabupaten Biak Numfor pada 22-23 April 2024. Raker ini dibuka Plt Sekda ZL Mailoa mewakili Pj Bupati Sofia Bonsapia.

Kegiatan ini diikuti 75 pimpinan perguruan tinggi swasta dan perwakilan Kemendikbudristek, anggota Komisi X DPR RI, dan senator DPD Papua Barat Filep Wamafma.

Di kesempatan itu, Kepala LLDIKTI XIV Papua Dr Suriel Semuel Mofu menyampaikan data LLDIKTI XIV bahwa hingga 2024 masih terdapat 45 ribuan mahasiswa Papua yang membutuhkan dukungan langsung pemerintah daerah (pemda). 

Oleh sebab itu, Mofu berharap Pemkab Mimika maupun pemkot di Tanah Papua bisa mengalokasikan Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk bantuan beasiswa pendidikan tinggi mahasiswa Orang Asli Papua (OAP).

“Kami mendorong pemerintah kabupaten/kota dapat menyediakan beasiswa mahasiswa Papua, sehingga dapat menyelesaikan studi di berbagai perguruan tinggi swasta di Tanah Papua,” ujarnya, dikutip dari Antara, Senin (22/4/2024).

Ia menuturkan, pada tahun 2024 jumlah mahasiswa Papua penerima beasiswa pendidikan tinggi meningkat menjadi 13.760 orang dibanding 2023 sebanyak 11.500 orang. Ia pun mengapresiasi peningkatan jumlah tersebut.

“Alokasi biaya beasiswa pendidikan mahasiswa Papua 2024 dialokasikan lewat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) berkisar sebesar Rp280 miliar,” ujar Kepala LLDIKTI XIV Papua Dr Suriel Semuel Mofu di sela-sela rapat kerja pimpinan perguruan tinggi di Biak, Senin.

Lebih lanjut, Mofu menambahkan bahwa untuk beasiswa mahasiswa Papua tidak hanya mengandalkan pemerintah pusat melalui Kemendikbudristek saja, tetapi juga pemda setempat untuk membiayai studi hingga selesai perguruan tinggi.

“Apalagi dengan dukungan Dana Otsus kabupaten/kota dapat membantu meringankan kebutuhan mahasiswa OAP,” katanya.

Dia pun berharap pemda baik kabupaten maupun kota se-tanah Papua dapat menindaklanjuti hal ini dan segera menganggarkan alokasi Otsus untuk bantuan pendidikan tinggi. Pasalnya masih cukup banyak mahasiswa asli Papua yang berkeinginan mengenyam pendidikan tinggi ataupun menyelesaikan kuliah namun belum masih terkendala keterbatasan finansial. (UWR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru